Selasa, 31 Maret 2009

Beautiful Reply from Dearest Adhe Kencana


Rio,

Apapun yang terjadi, itu bukan salahmu. Spt yg km blg, itu km lakukan krn keinginannya mmg spt itu dan km menghormatinya.
Ada banyak hal yg tdk terduga dan menghancurkan kita berkeping2 dan membuat km mempertanyakan banyak hal.
Jangan menyesali apa yg sudah kamu lakukan.
Well, mgkn ini sangat basi dan terkesan tdk mgkn saat ini, tapi kalo Reza memang utk Rio Damar.. Maka jalan berliku ini memang harus dilewati, jika kalian akan bertemu nantinya.
Apabila itu tdk terjadi, maka ambil satu hal yg plg penting : perasaan cinta yang pernah Rio rasakan ke Reza.
Ingat di saat tersedih, masa bahagia lo sama Reza.. Saat lo ingat itu, senyum ya Rio.. Bersyukurlah bahwa lo pernah merasakan sesuatu yang begitu hebatnya.
I love u.. I love u always.

Encauraging Reply from Dearest Echie


My dear Rio,

I know it's always easier to talk than to do, but trust me, i do know how it feels to love someone so bad beyond reason. It's great, unique, convoluted, ridiculous, sentimental, awesome, heart-wrenching, mind boggling, yet it's also fucking beautiful. All at the same time. Taking the truth that he's with someone else & seemed like he didn't even bother to tell you is a hard fact. But i'm so proud that a Rio Damar comes at this from a different angle & wishing happiness for his beloved Reza. Coz i know it takes an arm and a leg to do that & to get over it :) Hopefully i don't sound too preachy. Love ya, Rio :)

Echie
Ps: Makan gado2 ga pake celana, kalo jodo ga kemana, huekekeke..

Expounded Reply from Dearest Winda


My dearest Rio,

When i read your message this morning, i spechless and my hair in the back went up.

I remember when the first time we met reza in Bliss Jamsostek, he was one of a model for the fashion show. You had a crush on him, actually we had a crush on him Hahaha.. Then time goes by, you became close friend, you spend time together, then became a lover, you taught him everything in this world, you fight and argue on the phone, you showed up at his house in the middle of the night gave him a surprise, he sat and waiting for you in Kansas, etc. All im trying to say is you both have a lot precious, lovely, beautiful moment together, and im very sure reza always remember all those moment too.

Rio.. we are so proud of you, if you could accept all this fact genuniely, and we believe you will. Its all just a path of life and you should know whatever happened between you and reza, was totally not your fault or his fault. It just the way it is.
Please try not questioning all have been done between you and reza, i believe it will makes you heart feeling lighter and veracious.
One thing for sure...100% agree with adhe . You are blessed Rio pernah merasakan Cinta yang amat hebat dan begitu dalam.

Love you rio, always be and always will.

MH

Sensible Reply from Dearest Nuki


Rio cinta..
Tentang perasaanmu, saya paham. Tentang apa yang seharusnya kamu lakukan, saya tidak tahu.

Saya tidak mau meracau. Tentang kualitas diri yang kamu punya, tentang begitu indahnya merasakan cinta itu sendiri, tentang hidup yang terlalu berarti untuk disia-siakan.

Ketika mengalami keterpurukan, saya melakukan hal klise yang dilakukan semua orang dalam hati hancur. Mungkin tidak ada salahnya kamu mencoba. Potong rambut, nonton bioskop sendirian, makan banyak-banyak, rusak isi kantong, menghilang dari jejaring pertemanan, menangis sejadi-jadi. Tutup mata sumbat telinga ketika pertanyaan "Bagaimana jika" dan "Apa salah saya" mulai muncul.

Lakukan saja apa yang kamu mau dan berhenti berpikir. Tidak memikirkan masa lalu juga masa depan. Karena hidup, ternyata, memang hanya hari ini.

Yang mencintaimu,
Saya.

Supportive Reply from Dearest Atre


Hei,
Move on! *nepuk2 punggung*

Gue ada di belakang lo.
Mendukung selalu!
^^

Sabtu, 07 Maret 2009

In Love with My Best Friends


Setelah apa yang kusaksikan, rasanya penting kutuliskan peristiwa tempo hari. Ini kisah tentang dua sahabatku. Yang satu hitam manis, sementara satunya lagi memiliki sikap yang peka tetapi tidak cengeng. Kemarin, mereka menikah.

Tidak perlu rentang waktu yang lama untuk meramalkan ini akan terjadi. Menurut pengakuan sang jelita, hanya butuh satu tahun tujuh bulan sementara sang tampan memilih terdiam sambil senyum-senyum. Mungkin itu memang cara sang tampan mencintai sang jelita. Dari segelintir keseragaman yang mereka miliki, aku masih mampu merincikan sederet perbedaan di antara keduanya. Namun, mungkin itulah seharusnya. Mereka sanggup untuk saling saling berbeda, makanya saling melengkapi.

"Pendiam sih bukan masalah," ujar seorang dosen yang baru saja kutemui saat mengantarkan undangan pernikahan mereka.

"Punya pacar tidak usahlah menuntut harus begini dan harus begitu. Yang penting..."

"Lengkap!" tutupnya.

Aku sadar hidupku 'berantakan'. Namun, saat melihat Fifi Juliana Jelita dan Dimas Wahyu--sang Jelita dan sang Tampan yang saling padan--aku yang berantakan pun jadi mengatakan: Hidup ini hanya sekali, tetapi, apabila dilakukan dengan benar,

Satu kali itu cukup.

(Terima kasih teruntuk Fifi dan Dimas yang mampu membuatku berkata demikian)

Minggu, 01 Maret 2009

I'm in Love


When you fall in love with someone, you become what you think you’re supposed to be. You changed and you give up certain things. And they look what you’ve got left and you wish you… I don’t know, maybe, “You shouldn’t have…”